19 Juli 2018
SULAIMANLAW ID | PHOTOGRAPHY 1
Lokasi : Pantai Kertasari, 2017.
SULAIMANLAW ID | PHOTOGRAPHY 2
Menatap keindahan Pantai Kertasari
SUASANA OMBAK DI PANTAI KERTASARI
Untung beruntung Langit cerah tanpa mendung Masalah datang menggunung Ke pantai main ombak menggulung Jangan murung Aseek
NYANYIAN LAUT
Meski saat kalah pun aku menang Karena kuberikan sepenuh diriku padamu Berapa kali harus kukatakan padamu Meskipun saat menangis kau tetaplah cantik Dunia ini mengecilkan hatimu Aku kan selalu ada . . All Of Me | John Legend
DAN DOA-DOA ITU
Setiap hariku, mohon agar Kau senantiasa memberiku ketenangan dalam hati, kekuatan menempuhi segala dugaan yang mencoba. Kau beriku harapan menjawab segala persoalan, hadapi semua dalam tenang, hingga merasa kesungguhan. Tabahkanlah hatiku melalui semua itu. Kuatkanlah, jagakanlah diriku. . . #KUMOHON #AFGAN
BERAS RASKIN TERMURAH DI DESA BATU PUTIH
19 Juli 2018
DESA BATU PUTIH, TALIWANG - KSB : Akhirnya, warga penerima Raskin (beras miskin) di desa Batu Putih dapat bernapas lega. Pasalnya, masing-masing dari mereka kemudian hanya mengeluarkan uang sebesar seribu rupiah (Rp 1.000) untuk mendapatkan Raskin.
Meskipun setiap karung Raskin ukuran berat 25 Kg terdapat tiga orang penerima Raskin, mendapatkan Raskin dengan recehan atau seribu rupiah merupakan "harga termurah" sepanjang adanya Raskin di desa Batu Putih, wabilkhusus di dusun Banjar Tambak Sari.
Sebelumnya, (berdasarkan fakta dilapangan, bukan lapangan keramaian) sejak desa Batu Putih mekar, grafik besaran uang yang dikeluarkan warga penerima Raskin (beras miskin) di dusun Banjar Tambak Sari sering mengalami naik-turun tidak stabil. Diketahui, kisaran uang "bayar" Raskin tersebut pernah sebesar Rp 27.000/Orang, Rp 15.000/Orang, dan Rp 2.000/Orang.
_____KENALKAN “KPK-BS GO UKM”, SANG KETUA HADIRKAN PRODUK USAHA
11 Juni 2018
BANJAR SARI, BATU PUTIH – SUMBAWA BARAT
: Sejak berhasil melaksanakan kegiatan yang secara khusus untuk meriahkan bulan suci ramadhan seperti kerap diberitakan sebelumnya,
kini Ketua organisasi Kelompok Pemerhati dan Kepemudaan Banjar Sari atau
KPK-BS kembali menggiatkan kegiatan kewirausahaan.
Bermodalkan pengalaman berwirausaha yang didapati ketika masih duduk dibangku kuliah, Sahrullah, begitu panggilan akrab Ketua KPKBS, ia kembali ingin mengaplikasikan pengalaman berwirausaha yang dimilikinya tersebut pada organisasi KPK-BS yang saat ini sedang dipimpinnya.
Dengan adanya pengalaman serta adanya dukungan dana organisasi, melalui susunan kestruktural organisasi yang ada yakni Bidang Kewirausahaan yang telah dibentuk lewat Musyawarah Besar (MUBES) organisasi yang Kedua, Ketua KPKBS menghadirkan sebuah produk usaha.
Sebagai wujud komitmen menggiatkan kegiatan kewirausahaan dan mengaplikasikan pengalaman berwirausaha, melalui produk usaha sederhana yang di hadirkan, Ketua KPK-BS memperkenalkan “KPK-BS GO UKM”.
Memperhatikan arti katanya, dapat diketahui bahwa istilah “KPK-BS GO UKM” yang diusung merupakan ungkapan harapan dari Ketua KPKBS agar nantinya organisasi KPKBS –setidaknya-- memiliki unit kegiatan usaha sejenis Usaha Kecil dan Menengah atau UKM.
Bermodalkan pengalaman berwirausaha yang didapati ketika masih duduk dibangku kuliah, Sahrullah, begitu panggilan akrab Ketua KPKBS, ia kembali ingin mengaplikasikan pengalaman berwirausaha yang dimilikinya tersebut pada organisasi KPK-BS yang saat ini sedang dipimpinnya.
Dengan adanya pengalaman serta adanya dukungan dana organisasi, melalui susunan kestruktural organisasi yang ada yakni Bidang Kewirausahaan yang telah dibentuk lewat Musyawarah Besar (MUBES) organisasi yang Kedua, Ketua KPKBS menghadirkan sebuah produk usaha.
Sebagai wujud komitmen menggiatkan kegiatan kewirausahaan dan mengaplikasikan pengalaman berwirausaha, melalui produk usaha sederhana yang di hadirkan, Ketua KPK-BS memperkenalkan “KPK-BS GO UKM”.
Memperhatikan arti katanya, dapat diketahui bahwa istilah “KPK-BS GO UKM” yang diusung merupakan ungkapan harapan dari Ketua KPKBS agar nantinya organisasi KPKBS –setidaknya-- memiliki unit kegiatan usaha sejenis Usaha Kecil dan Menengah atau UKM.
_____
SWASTA MEMBANGUN MALL DAN WISATA, PEMERINTAH MEMBANGUN WC DAN DRAINASE ?
Oleh :RAKYAT JELATA
Saat
membicarakan soal pembangunan, maka keberadaan akan pihak swasta
barangkali wajib hukumnya untuk tidak dilupakan dan dipungkiri.
Bangsa
dengan keyakinan macam apa yang kemudian seolah merasa mampu memungkiri
akan keberadaan peran serta pihak swasta, jika pada kenyataannya bahwa
pihak swastalah yang memiliki andil dan peran-serta yang sangat besar
dalam pembangunan --baik di dunia nyata maupun di dunia maya— selama ini
[?].
Bila
pembangunan itu diibaratkan poligami, maka pihak swasta adalah wanita
lain yang dibolehkan untuk dinikahi sepanjang mampu berlaku adil. Lalu,
pihak pemerintah sebagai apa jika pembangunan diibaratkan poligami [?].
Diibaratkan
bak poligami, dalam pembangunan tentulah pemerintah laksana lelaki
dewasa yang telah satu kali menikah. Sebagai kepala keluarga yang normal
serta memiliki perasaan mampu untuk berlaku adil, atau mungkin saja
sebab adanya gejolak niat untuk meningkatkan iman dan taqwa terlebih
sebagai orang yang taat dalam menjalankan syariat agama; maka wajar dan
mustahil jika kemudian ia tidak membutuhkan wanita lain lagi dalam
membina biduk rumah tangga.
Harus
dipahami bahwa membina rumah tangga bukanlah perkara yang mudah dan
remeh-temeh, apalagi ditengah tuntutan “zaman” yang menghendaki segala
sesuatu serba “right now” dan “instan”. Kensekuensinya, dalam suasana
kehidupan yang ditempuh semacam itu, selalu dibutuhkan kesadaran dan
kesepahaman akan pentingnya tambahan kehadiran orang lain untuk dapat
saling melengkapi dan saling mengisi dalam memenuhi segala kebutuhan
rumah tangga seperti yang dikehendaki.
Ketika
kehadiran swasta ditengah pembangunan secara nyata berdampak besar dan
tidak dapat dipungkiri, maka seyogyanya kebutuhan atau kekurangan
pemerintah sedikit tidak akan tergenapi.
Terbukti,
saat swasta membangun mall dan atau kuasai wisata, guna saling
melengkapi dan saling mengisi dalam memenuhi segala kebutuhan rumah
tangga seperti yang dikehendaki, jika bukan pemerintah yang kemudiaan
membangun WC dan Drainase lalu siapa lagi [?]. Dan jika tidak sekarang,
lalu kapan lagi [?].
Kalau sudah demikian, bukakah lengkap sudah segala fasilitas yang masyarakat butuhkan untuk kehidupannya [?].
Ditambah lagi, dari pembangunan disegala bidang yang tampak saat ini, baik pemerintah maupun swasta sepertinya paham sekali dengan kondisi dan minat pembangunan yang dikehendaki oleh masyarakat saat ini.
Karenanya,
di era milenial seperti saat ini, pembangunan dengan “tanam beton”
yang berwujud tempat-tempat yang bernuansa istagramable seperti mall dan
tempat-tempat wisata, hingga kini masih dinilai selalu relevan dan
dianggap belum “mendurhakai” akan tipikal kekinian dari gaya hidup
masyarakat itu sendiri.
_____
JAUH DARI SEMPURNA, ACARA LOMBA KARANG TARUNA BATU PUTIH RAMAIKAN MASJID
06 Juni 2018 | oleh : Admin
JOROK TIRAM, BATU PUTIH – SUMBAWA BARAT : Ditengah banyaknya keterbatasan dan kekurangan, disadari bahwa kegiatan lomba yang diselenggarakan oleh Karang Taruna “Poemuda” Desa Batu Putih jauh dari kata sempurna.
Kekurangan dan keterbatasan yang
tidak mungkin sempurna tersebut dirasakan mulai dari adanya musibah jatuh sakitnya penggagas
utama kegiatan karena flu berat, waktu
menjadi terbatas karena listrik padam saat penyiapan berkas, telatnya penyebaran
jadwal tampil peserta, kekurangan pemandu acara atau Master of Ceremonies (MC) yang menguasi kegiatan out door,
hingga kekurangan soal spaduk kegiatan yang kemungkinan akan telah dipasang, dan lainnya.
Namun disisi lain, adanya
kegiatan lomba yang diselenggarakan oleh Karang Taruna “Poemuda” Desa Batu Putih
dirasakan juga telah menyebabkan suasana khususnya di lingkungan masjid Nurul
Yaqin yang berlokasi di Dusun Jorok Tiram II tampak berbeda dari biasanya.
Dengan diadakannya kegiatan
lomba di halaman Masjid Nurul Yaqin yang dimulai selepas sholat tarawih
tersebut, menjadi alasan bagi umumnya Warga Desa Batu Putih baik anak-anak,
para remaja, atau bahkan orang dewasa kemudian bersua dan berkumpul di masjid. Sementara itu, pemandangan secara khusus datang dari jama’ah sholat tarawih yang didominasi
oleh anak-anak, tampak setelah tarawih mereka kemudian memilih berlama-lama di
masjid dengan tidak langsung pulang meninggalkan lingkungan masjid Nurul Yaqin.
Seperti dikabarkan sebelumnya, bahwa
sejak resmi dibukannya kegiatan lomba tersebut, telah tampak halaman depan
masjid Nurul Yaqin di Dusun Jorok Tiram II ramai dipadati oleh orang tua dan
juga anak-anak yang akan mengikuti kegiatan lomba.
Kegiatan yang sejak awal penuh
harap dapat terlaksana meskipun dengan sederhana dan apa adanya tersebut, hingga
malam keempat ini, malam kamis (6/6/18), sesuai jadwal akan masih berlangsung.
____


























