KISAH : Faruq dan usaha lanjutkan ihtiar yang membingungkannya


Suatu hari di bulan Maret, Faruq akhirnya memberanikan diri untuk menemui gurunya. Tanpa rasa malu dan ragu, ia tak mau lagikorbankan hati mengurungkan niat sekedar bertanya kepada orang yang dianggap sebagai gurunya terkasih.

Sebelumnya, ia telah beberapakali bertekad menemui gurunya itu. Namun selalu urung dilakukan, karena alasan yang ia sendiri anggap sama sekali tak berarti, “takut kena tipu lagi”. Alhasil, tanda tanya ttg satu hal yang ingin ia dapatkan jawabannya, hanya berhiruk-pikuk dibenaknya sendiri.

Terang saja, sebab selama ini ia menyaksikan dan mendengar; banyak orang yang mendadak ramai menyerukan ajakan untuk “lanjutkan ikhtiar” memilih gurunya itu. Ia tidak tahu-menahu ikhtiar macam apa yang orang orang itu maksudkan dan mau. Karena seruan itu, melulu hanya sebatas yang itu itu saja, dari dulu. Hanya itu yang Faruq tahu.

Faruq pun bingung dibuatnya. Tanpa banyak mikir yang justru akan membuat ia tambah spt kena sihir, ia pun putuskan menemui gurunya saat itu. Seperti mau “perang dijalan yang suci”, ia pun bergegas pergi. Meskipun harus melintasi jalanan aspal yang sepi dan penuh cerita mistis, ia tetap “memantapkan hati” lalu melesat pergi mengayuh sepedanya sendiri tanpa henti.

Tak lama berselang, Faruq pun akhirnya tiba di gubuk guruknya. Ia merasa seakan sangat beruntung kali ini, sebab ia mendapati sang guru sedang asyik duduk menyeruputi kopi diatas kursi berwarna putih. Sungguh tanpa basa basi, setalah ia mendorong sepedanya bersandar ke tepi, gurunya pun di salami.

Kendatipun Faruq dan gurunya terkasih telah duduk dan bersama sama sruput kopi, ternyata rasa malu dan ragu yang semula pergi rupanya datang lagi. Alhasil, ia justru bicara dan bertanya kesana-kemari. Ia bertanya, “bagaimana seorang pemimpin yang nyatanya telah tidak melayani, tak mungkin ikhlas, tak jujur, dan apalagi sungguh-sungguh; tak punya gagasan sendiri, tidak menepati janji, dan justru menuruti keinginan orang-orang yang maunya ini-itu; orang ini malahan masih mau memimpin lagi dan ada saja orang yang mau pilih lagi ?, dan seterusnya.

Namun memang, kali ini Faruq sungguh benar-benar sedang beruntung sekali. Tanpa ia harus mengutarakan niat awal menemui gurunya, ia pun telah dapatkan jawaban itu. Gurunya mau calonkan diri lagi. Itu saja sih.

Foto : Ilustrasi.
Share:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkomentar dengan baik.

Isu Hangat

LALU SULAIMAN

Dan seandainya saya menjadi GUBERNUR, maka saya akan "Membesarkan yang kecil dan menguatkan yang lemah". Itu saja sihh.----»S e l e n g k a p n y a
Artikel Terkait
» Artikel 1
» Artikel 2
» Artikel 3